Pemasangan Pen “IMPLAN”

Didalam Ilmu Orthopedi dan Traumatology pemasangan “PEN” dikenal dan disesuaikan dengan kasus yang di hadapi.

Pada kasus-kasus patah tulang tertutup “Closed Fracture” umumnya dilakukan tindakan “ORIF” (Open Reduction with Internal Fixation”.

Sedangkan pada kasus-kasus patah tulang terbuka “Open Fracture” pilihan tindakannya adalah dengan “OREF” (Open Reduction with External Fixation).

Pemasangan External Fixasi pada Lengan Atas

Dan pada kasus-kasus tertentu seperti patah tulang belakang atau tulang belakang bengkok “Vertebral Fracture atau Scoliosis” tindakan pemasangan “PEN” dikenal dengan “STABILIZATION with IMPLANTATION” (dimana implantasi bisa dipasang di belakang yang dikenal dengan “POSTERIOR STABILIZATION” atau bisa dipasang di depan yang disebut dengan “ANTERIOR STABILIZATION).

Tindakan koreksi kelainan tulang belakang “Scoliosis” dengan pemasangan pen “IMPLANTASI” pada tulang vertebrae

Namun pada beberapa kasus degenerative yang sering dialami pada usia tua tersering terkena pada sendi-sendi besar penopang tubuh antara lain panggul dan lutut, pilihan tindakan pemasangan “PEN” adalah dengan cara penggantian sendi tersebut dengan sendi artifisial yang biasa disebut dengan “ARTHROPLASTY”.

Pemasangan pen berupa sendi artifisial pada sendi bahu setelah tindakan “Total Shoulder Replacement”

Perlu juga dipahami bahwa keputusan orthoped dalam pemilihan pemasangan “PEN” adalah berdasarkan beberapa Indikasi antara lain berdasarkan dibawah ini :

  1. Umur, biasanya usia anak-anak penggunaan “PEN” sangat jarang digunakan. Pemasangan “PEN” biasa pada orang dewasa ataupun orang tua. Pemilihan tindakan patah tulang pada anak lebih mengutamakan tindakan pemasangan “Casting” oleh karena tulang pada masa anak-anak masih didominanasi fase “Remodelling”. Pemilihan pemasangan “PEN” pada anak-anak bilamana tindakan pemasangan “Casting” tidak berhasil.

    Pemasangan “Hemispica Casting” pada bayi yang mengalami patah tulang paha
  2. Jenis patah tulang. Pada kasus patah tulang tertutup pemilihan pemasangan “PEN” dengan tindakan “ORIF” lebih utama. Sedangkan pada kasus patah tulang terbuka pemilihan pemasangan “PEN” dengan tindakan “OREF” lebih dipilih yaitu pemasangan “PEN” yang terlihat dari luar tubuh. Pemilihan tindakan “ORIF” ataupun “OREF” pada kasus patah tulang terbuka dipilih berdasarkann derajat patah tulang terbuka, yang  biasa digunakan berdasarkan klasifikasi dari “Gustillo Anderson”.

    Pemasangan “PEN” dengan tindakan “ORIF” pada patah terbuka tulang betis (Gustillo Anderson gr.I)
  3. Jenis cedera yang didapat. Pada kasus-kasus multi trauma yang mencederai beberapa anggota tubuh, pemasangan “PEN” lebih dipilih guna mempermudah mobilisasi pasien dalam pergerakan dan pemeriksaan selanjutnya. Jenis pemasangan “PEN” bisa berupa tindakan “ORIF” ataupun “OREF” tergantung tingkat kegawat daruratan kasus trauma yang didapat.
  4. Jenis patahan tulang/konfigurasi dari patahan tulang. Pada konfigurasi patahan tulang yang sangat remuk sekali “Comminution”, pilihan pemasangan “PEN” bisa berupa “ORIF” ataupun “OREF”.

    Jenis patahan dengan konfigurasi remuk “Comminuted” tampak pada foto x ray
  5. Lokasi patahan tulang, yaitu pada patahan tulang didaerah sendi lebih dipilih pemasangan “PEN” secara “ORIF” ataupun penggantian sendi dengan artifisial “Athroplasty”.

    Gambaran foto x ray pada pasien yang telah diganti lututnya dengan sendi artifisial setelah tindakan “Total Knee Replacement”
  6. Kasus tumor, tindakan pemasangan “PEN” bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penderita penyakit tumor tulang tersebut. Terapi ini bertujuan bukanlah menyembuhkan penyakitnya, melainkan mengurangi keluhan dan gejala dari penyakitnya.

Demikianlah pemilihan pemasangan “PEN” di dalam Ilmu Orthopedi dan Traumatology yang secara umum digunakan seorang orthoped dalam memilih suatu tindakan terhadap pasien yang dihadapinya.

 

 

 

2+

About the Author

Hendrian Chaniago

Hendrian Chaniago, orang minang asli, tinggal di Makassar, sebagai dokter anggota Polri, atau anggota Polri yang merangkap sebagai dokter, dan juga dokter spesialis ortopedi & traumatologi

2 thoughts on “Pemasangan Pen “IMPLAN”

    • Author gravatar

      sy mau tny brp pen impian di pasang di kaki sy dokter .trus skrg kaki sy rasa nya pas tempat luka terasa ngecengin gitu napa y dokter

      0
      • Author gravatar

        Terimakasih telah berpartisipasi di link blok saya ini..
        Saya coba jawab dan jelaskan ya..
        Dari informasi yang saya dapatkan adalah harus diketahui dulu sudah berapa lama pen tersebut di pasang. Pen secara umum dapat dilepas bilamana tulang yang patah telah menyambung biasa tulang anak-anak lebih cepat menyambung dibandingkan tulang dewasa. Dan tulang dengan ukuran kecil akan lebih cepat menyambung dibandingkan tulang dengan ukuran besar, namun ada faktor-faktor yang dapat menghambat penyambungan tulang tersebut yaitu seperti asupan gizi, infeksi, terlalu cepat menggunakan tubuh yang patah tersebut dll.
        Dari problem saudari kemungkinan tulang nya sudah menyambung dan pen yang dipasang didaerah tungkai bawah (betis) dimana tulang betis ini sangat tipis sekali yang apabila bergerak terasa seakan tulangnya menggesek kulit dan kencang.
        semoga bermanfaar

        0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *