IBRAH USIA 40 TAHUN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Adzan.

Khutbah Pertama.

بسم الله الرحمن الرحيم

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونَسْتَغفِرُهُ،

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرشِدًا

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ الرِّسالةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الأمَّةَ، وَجاهَدَ فِى اللهِ حَقَّ جِهادِهِ حَتَّى أَتَاهُ اليَقِينُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِه وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ

Pada kesempatan jumat kali ini, saya menasehatkan diri saya pribadi dan jamaah sekalian untuk sama-sama bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, sebagaimana firman Allah dalam QS. Annisa (4: 1)

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

dan pada ayat, QS. Ali “Imran (3:102)

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.

dan pada ayat berikutnya QS. Al Ahzab (33:70-71)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah, bertakwalah kepada Allah dalam segala urusan kalian dan selalu berusahalah berkata benar, niscaya Allah akan memperbaiki dan menerima amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barangsiapa yang senantiasa mentaati Allah dan Rasul-Nya maka dia akan meraih kemenangan yang besar.

Ketahuilah Para jamaah

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jeleknya perkara agama yang di ada-adakan, setiap perkara agama yang di ada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan (HR. Muslim)

Membicarakan perihal usia 40 tahun, merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan ini. Hal ini terkias secara jelas pada QS Al- Ahqaf 15

وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَيۡهِ اِحۡسَانًا‌ ؕ حَمَلَـتۡهُ اُمُّهٗ كُرۡهًا وَّوَضَعَتۡهُ كُرۡهًا‌ ؕ وَحَمۡلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوۡنَ شَهۡرًا‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرۡبَعِيۡنَ سَنَةً  ۙ قَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰٮهُ وَاَصۡلِحۡ لِىۡ فِىۡ ذُرِّيَّتِىۡ ؕۚ اِنِّىۡ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاِنِّىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

Coba kita lihat kembali pada usia 18 tahun, secara tidak sadar kita akan mencemaskan pendapat semua orang tentang diri kita, terlebih kedua orang tua kita, yang merupakan suatu fenomena umum.

Selanjutnya ketika kita beranjak di usia 40 tahun, kita cenderung peduli apa pendapat orang lain tentang diri kita.

Dan akhirnya pada saat beranjak pada usia 60 tahun. Kita baru sadar bahwasannya tiada yang peduli dan memikirkan dengan diri kita sebenarnya.

Berdasarkan tafsir dari ayat diatas, dijelaskan bahwa

  1. wasiat tentang perintah kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan kebaikan yang sempurna.
  2. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula.
  3. Masa mengandung sampai menyapihnya yang sempurna adalah selama tiga puluh bulan
  4. Kedewasaan sang anak itu, umurnya mencapai empat puluh tahun, merupakan usia yang menunjukkan kesempurnaan bagi perkembangan jasmani dan rohani manusia, maka dia berdoa,
    • “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku
    • dan berilah aku kemampuan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai;
    • dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir turun temurun sampai kepada anak cucuku.
    • Sungguh, aku bertobat kepada Engkau atas segala dosa-dosaku
    • dan sungguh, aku termasuk orang muslim, yang tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah.

Usia 40 tahun disebut istimewa karena usia 40 tahun disebut pada ayat ini, karena manusia mencapai puncak kehidupannya. Baik secara fisik, intelektual, emosional, karya, maupun spiritualnya.

yang berarti “Selamat tinggal masa muda!

Bila anda sudah berusia 40 tahun atau lebih? Jika “ya” maka anda pasti tidak muda lagi.

Orang yang berusia 40 tahun benar-benar telah meninggalkan masa mudanya. Apa yang dialami pada usia 40 seringkali sifatnya stabil, mapan, dan kokoh. Karenanya, perilaku, karya, dan kontribusi hidup di usia ini akan menjadi tolok ukur manusia pada perjalanan hidup berikutnya.

Ada banyak keistimewaan yang ditunjukkan dalam sejarah Islam tentang usia 40 tahun ini.

Dalam al-Qashash 14 disebutkan,

وَلَمَّا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَاسْتَوٰىٓ اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًاۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Al-Imam Ath-Thabari menjelaskan ayat ini, “Sudah tiba waktunya bagi Musa untuk memiliki kekuatan dan keperkasaan yang paling prima.

Itulah puncak keadaan dirinya yang dia tidak mungkin lagi untuk mengulanginya ataupun memilikinya lagi setelah itu berlalu. Itulah penghabisan masa muda, masa sempurnanya badan dan kejernihan pemahaman.”

Imam Mujahid menafsirkan bahwa istawa pada ayat itu berarti pada umur 40 tahun. Imam Asy-Sya’bi dalam Tafsir Al-Qurthubi menambahkan, “Itulah umur ketika mencapai kedewasaan.”

Maka, amatlah wajar jika usia 40 tahun disebut tersendiri di dalam al-Qur’an. Dan karenanya, logis jika para Nabi diutus pada usia 40 tahun, remasuk Nabi Muhammad SAW.

Ibnu al-Qayim al-Jauziyah, usia manusia diklasifikasikan menjadi empat periode. Yaitu

  1. periode kanak-kanak (thufuliyah) yang dimulai sejak lahir hingga baligh
  2. Periode muda (syabab) dari usia baligh hingga 40 tahun
  3. Periode dewasa (kuhulah) yakni usia 40-60 tahun;
  4. periode tua (syaikhukhah) dari 60-70 tahun.

ومايذكر إلاأولواالألباب

Tiada yang bisa memikirkannya kecuali orang yang berakal. QS. Al Imran (3:7)

Doa Penutup Khotbah Jumat Pertama

بَارَكَ اللهُ لِي وَلكُمْ فِى الْقُرآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ , وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

Secara ringkas Ayat tersebut mengajarkan kepada kita apa saja yang semestinya dilakukan bagi manusia yang menginjakkan kaki di usia 40 tahun.

1) sering-seringlah membaca doa ini.

Imam Ar-Razi menuturkan, “Umar bin Abdul Aziz ketika memasuki usia 40 tahun selalu berdoa dengan ayat ini.”

2) mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah. .

Karena usia 40 tahun sudah tidaklah muda lagi maka, permohonan pertama yang diajarkan kepada kita adalah agar Allah memberikan ilham (inspirasi) untuk bisa terus bersyukur kepada Allah.

3) mengingatkan kedua orangtua dan anak sebagai orang yang—mau tidak mau— dewasa dan menuju usia tua.

Ini bisa membuat kita senantiasa berbuat baik. Juga mendoakan kedua orangtua yang telah bersusah payah: mengandung, melahirkan, serta menyusui dan menyapihnya selama tiga puluh bulan.

4) hendaklah kita mulai memperbanyak amal kebaikan yang diridhai oleh Allah.

Usia 40 tahun adalah masa awal seseorang memperbaiki diri. Sebab ada yang mengatakan, jika di usia 40 tahun ini seseorang sudah tidak bisa lagi memperbaiki diri maka pada gilirannya di usia berikutnya ia akan gagal menjadi orang yang baik-baik. Maka, usia 40 tahun adalah tonggak awal perbaikan diri seseorang.

5) seseorang yang mencapai usia 40 tahun diingatkan oleh Allah agar ia kembali dan banyak meluangkan waktu untuk keluarga.

Dalam ilmu psikologi, usia 40 ini adalah masa puberitas kedua. Pada usia ini pula seseorang biasanya mencapai puncak kesuksesannya.

Dalam capaian duniawi inilah, biasanya seseorang digoda untuk “melirik” lawan jenisnya.

Bisa nikah lagi bagi seorang laki-laki atau muncul letupan bermain api cinta. Karenanya, Allah mengingatkan agar berhati-hati, lebih baik dan lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga dan anak-anaknya.

6) ketika Allah mengajarkan doa dan pengakuan “Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau”, maka sesungguhnya Dia sedang mengingatkan kepada hamba-Nya agar ia banyak bertaubat di usia 40 tahun.

7) Jangan lagi merasa masih muda, lalu bergaulnya dengan anak-anak muda.

Mulai mencari teman yang mengajak dan berkecenderungan untuk berbuat kebaikan. Perlu ada kesadaran untuk mengubah perilaku diri. sebagaimana doa yang hampir sama diajarkan Nabi Sulaiman kepada kita (baca an-Naml 19),

وَقَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًـا تَرۡضٰٮهُ وَاَدۡخِلۡنِىۡ بِرَحۡمَتِكَ فِىۡ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيۡنَ

Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.”

8) seseorang yang telah berusia 40 tahun harus lebih banyak berserah diri kepada Allah.

Berusaha dan bekerja harus dengan sungguh-sungguh. Tetapi, dalam banyak kesempatan, kepasrahan dan kedekatan diri kepada Allah harus lebih direkatkan.

Yaah, saat mulai usia 40 tahun seseorang mulai disadarkan dengan ketentuan dan kemahakuasaan Allah seiring berkurangnya kemampuan diri seseorang, baik secara fisik maupun psikis.

dan terakhir saya kutip satu hadist dari Rasulullah, kehidupan selepas usia 40 tahun

“Rasulullah berpesan kepada Laki-laki dan perempuan yang berusia 40 tahun atau hampir dengan usia ini, secukupnya harus persiapkan diri dengan kematian dalam hidup kamu,

Jika kamu tidak dapat DUNIA diusia ini jangan kamu kejar lagi DUNIA ini, nanti kamu tidak akan terkejar dengan AKHIRAT.

siapa yang dalam usia ini tiba-tiba masih tidak berubah juga dalam kehidupan dia dan tidak menjadikan dia makin sholeh dan taat kepada perintah Allah SWT,Dia nya akan bimbang karena tidak lagi akan diberi hidayah Oleh Allah SWT.

Bacaan Doa Penutup Khotbah Jumat

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

.رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

. وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ0

0

About the Author

Hendrian Chaniago

Hendrian Chaniago, orang minang asli, tinggal di Makassar, sebagai dokter anggota Polri, atau anggota Polri yang merangkap sebagai dokter, dan juga dokter spesialis ortopedi & traumatologi konsultan pinggul dan lutut (Hip and Knee) Alamat Praktek : RS. BHAYANGKARA MAKASSAR (07.00 S/D 15.00 WITA). RS. HERMINA MAKASSAR (16.00 S/D 18.00 WITA).RSUD. HAJI MAKASSAR (15.00 S/D 16.00 WITA).Silahkan berkonsultasi dengan mengisi kolom komentar yang disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *